SHARE
puasa

Selama bulan Ramadan, umat Islam tidak makan dan minum selama hampir 14 jam selama satu hari. Bagi banyak orang, kewajiban untuk tidak makan dan tidak minum ini mungkin adalah hal yang ringan, sebab memang mereka tidak mempunyai kewajiban dan tanggungan obat. Lantas, bagaimana dengan penderita HIV/AIDS atau yang lebih dikenal dengan sebutan ODHA yang harus rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) setiap 12 jam sekali? Bagaimanakah puasanya?

Menurut Dr. Paul F Matulessy MN SpGK, seorang ODHA ternyata diperbolehkan untuk tetap berpuasa, asalkan kondisi tubuhnya sehat dan prima. Bahkan, menurutnya, puasa yang tepat justru bisa menyehatkan, sebab ia mengontrol metabolism tubuh. Selain itu, berpuasa juga mampu membantu ODHA untuk lebih disiplin dan patuh dalam meminum ARV.

Jika begitu, lantas, bagaimana panduan ODHA dalam mengonsumsi ARV selama berpuasa? Mengingat bagi ODHA, mengonsumsi ARV merupakan hal yang penting, sebab ia adalah obat yang berfungsi untuk menahan laju perkembangan virus HIV penyebab AIDS.

ARV memang diharuskan untuk dikonsumsi secara teratur, disiplin, dan tepa waktu oleh para pengidap HIV/AIDS, untuk setiap konsumsinya, diminum dua kali sehari dengan jeda 12 jam. Kendati begitu, selama berpuasa, ODHA diperbolehkan untuk memundurkan atau memajukan jadwal meminum ARV sehinga bisa selaras dengan waktu sahur dan buka. Hal ini bisa dimulai dengan melakukan penyesuaian perubahan waktu minum secara perlahan dua minggu sebelum bulan Ramadan tiba.

Misalnya, jika ODHA biasa meminum ARV pada pukul tujuh pagi, perlahan bisa diundurkan waktunya menjadi pukul 06.30. Kemudian pada hari selanjutnya minum pukul enam pagi, dan seterusnya hingga biasa meminum ARV saat sahur.

Selain itu, ODHA yang berpuasa selama bulan Ramadan juga disarankan untuk selalu menjaga asupan gizi, terutama asupan makanan saat sahur dan berbuka. Hal ini tubuh tidak melemah selama berpuasa yang nantinya justru berdampak buruk bagi kondisi tubuh.

SHARE

LEAVE A REPLY