SHARE
hiv aids
Beaded AIDS in hands

Yang namanya mitos memang seringkali tak mengenal tempat. Jangankan di Indonesia, di negara-negara yang selama ini dipandang maju dalam berbagai bidang pun, mitos tentang penularan HIV sepertinya juga berkembang cukup subur.

AVERT, organisasi yang menjadi wadah peneliti dan aktivis HIV/AIDS di Inggris, baru-baru ini merilis beberapa mitos yang masih saja berkembang di kalangan masyarakat di negara itu.

Berikut mitos-mitos tersebut beserta bantahannya:

HIV dapat menular melalui alat musik yang dipakai bergantian

(Tidak benar. Virus HIV tidak dapat bertahan hidup dengan menempel pada instrumen musik apapun. Harmonika, seruling, trumpet dan alat musik lainnya yang digunakan bergiliran, tidak akan menjadi media penyebaran virus HIV.)

Berada satu kolam dengan pengidap HIV itu berbahaya

(Samasekali tidak tepat. Virus HIV tidak dapat bertahan hidup di dalam air. Dengan demikian, kita yang hobi berenang tidak perlu takut terjangkit HIV, sekalipun ada beberapa orang yang terinfeksi HIV berada di kolam yang sama dengan kita.)

HIV bisa menular lewat air minum

(Salah. Teorinya sama dengan yang sudah dijelaskan, bahwa virus HIV tidak akan bertahan di dalam air, termasuk air minum bekas pengidap HIV. Air mata, air ludah, keringat dan juga air seni, juga bukan media penularan virus HIV.)

Memakai handuk pengidap HIV bisa tertular

(Tidak benar. Virus HIV tidak akan hidup pada permukaan benda apapun. Bergantian memakai sabun mandi dan handuk tidak akan menyebabkan kita terpapar HIV. Beberapa benda seperti gagang pintu, peralatan dapur, tempat duduk toilet, peralatan gym di fitness center, serta benda-benda β€œbersama” lainnya, bukanlah media penyebaran virus HIV.)

Kondom bekas bisa menularkan HIV

(Salah. Ketika sudah berada di luar tubuh, virus HIV hanya akan mampu survive dalam waktu yang teramat singkat. Bahkan jika ada kondom bekas yang di dalamnya terdapat sperma pria yang positif HIV, maka virus akan segera mati.)

Sangat mudah mengenali tanda-tanda bahwa seseorang telah terjangkit HIV

(Salah besar! Gejala-gejala HIV bisa saja berbeda, dan sebagian orang malah mungkin tidak akan menampakkan gejala samasekali. Tapi yang perlu diingat, tanpa perawatan medis, virus HIV akan terus berkembang dan kondisi pengidapnya akan semakin memburuk, lalu merusak sistem kekebalan tubuhnya.)

HIV adalah virus bagi kalangan atau kelompok tertentu saja

(Tidak benar. Siapapun sebenarnya punya risiko tertular virus ini, apabila HIV masuk ke dalam darah kita. Sebagian orang memang memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi tertular HIV karena mereka terlibat dalam kegiatan-kegiatan tertentu. Misalnya, melakukan hubungan seks tanpa pengaman dengan pengidap HIV, bergantian memakai narkoba suntik, serta beberapa tindakan berbahaya lainnya.)

SHARE

LEAVE A REPLY