SHARE
Tes HIV

Hampir dalam setiap sosialisasi mengenai HIV/AIDS kepada masyarakat, Komisi Perlindungan AIDS Nasional atau KPAN selalu menyinggung perihal Tes HIV. Bahkan, Tes HIV ini kerap menjadi salah satu materi utama dalam setiap sosialisasi KPAN. Nah, lantas, apa dan bagaimana sih Tes HIV ini? Mari kita bahas dengan detail.

Jadi, Tes HIV adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang terinveksi virus HIV atau tidak. Virus HIV adalah virus yang menjadi penyebab AIDS (acquired immunodeficiency syndrome).

Nah, dalam tes ini, sampel yang digunakan adalah Urin, air liur, dan darah.

Tes HIV memberikan banyak manfaat bagi pasien, selain memberikan informasi perihal diagnosa HIV, tes ini juga memberikan panduan dasar bagi pasien dan dokter untuk memberikan penanganan serta perawatan terkait HIV/AIDS.

Pasien yang mendapatkan hasil negatif nantinya akan mendapatkan informasi konseling seputar perlindungan diri dan perilaku yang dapat mencegah terjadinya infeksi di masa mendatang. Sedangkan pasien yang mendapatkan hasil positif, akan mendapatkan informasi seputar perawatan, dukungan, dan pengobatan untuk menanggulangi gejala yang mereka alami.

Pada dasarnya, tes HIV ini bisa dilakukan oleh siapa saja, namun sangat disarankan bagi orang yang berisiko terinfeksi HIV, diantaranya adalah:

1. Pernah melakukan hubungan seksual dengan beberapa orang

2. Pernah melakukan hubungan seks tanpa perlindungan dengan orang yang terinfeksi HIV atau kemungkinan telah terinfeksi HIV

3. Pernah berbagi jarum suntik, entah melalui obat terlarang, atau suntik steroid.

4. Memiliki riwayat penyakit menular, atau pernah berhubungan seksual dengan seseorang yang mempunyai riwayat penyakit menular seksual.

Tes HIV ini terkait erat dengan hak asasi manusia dan sangat menghargai prinsip etika, karenanya, pelaksanaan tes pemeriksaan sampai hasilnya harus dirahasiakan sesuai dengan persetujuan dengan individu yang memeriksakan diri.

Hasil tes sering dijelaskan dengan dua istilah: kepekaan dan kekhususan. Kepekaan adalah presentase dari hasil, yang akan memberikan hasil positif apabila ditemukan virus di dalam tubuh pasien. Sedangkan kekhususan adalah hasil negatif yang menunjukkan tidak adanya human immunodeficiency virus.

Hasil pemeriksaan HIV juga memiliki keterbatasan yang pada titik tertentu bisa berdampak pada hasil yang kurang akurat. Karenanya, pemeriksaan berkali-kali menjadi sangat disarankan untuk memperoleh hasil yang dirasa lebih akurat.

Tes HIV ini bisa dilakukan hampir di seluruh rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan.

SHARE

LEAVE A REPLY