SHARE
depresi

Stigma buruk yang menempel pada pengidap penyakit HIV seringkali menjadikan mereka banyak dijauhi oleh orang-orang di lingkungan sekitar mereka. Salah satu sebab utama kenapa mereka dijauhi adalah banyak orang-orang yang takut jika berdekatan dengan para pengidap HIV, maka mereka akan ikut tertular. Sebuah fakta yang bukan hanya menyedihkan, namun juga memprihatinkan.

Menjauhi pengidap HIV sejatinya sama sekali tidak menyelesaikan solusi lingkaran masalah HIV, pada titik tertentu, ia justru semakin memperburuk masalah. Sebab, salah satu pendekatan yang efektif untuk mengurangi dan meminimalisir persebaran HIV adalah melalui pendekatan keterbukaan, pendekatan ini tentu hanya bisa ditempuh jika masyarakat punya kesadaran tinggi untuk tidak menjauhi pengidap HIV.

Menjauhi dan enggan bergaul dengan pengidap HIV karena takut tertular adalah efek dasar akan rendahnya pengetahuan masyarakat perihal penularan HIV.

HIV tidak akan bisa menular melalui interaksi-interaksi fisik sederhana. HIV hanya dapat hidup di dalam tubuh manusia yang hidup dan hanya bertahan beberapa jam saja di luar tubuh. HIV tidak dapat menular melalui air ludah, air mata, muntahan, kotoran manusia dan air kencing. HIV juga tidak ditemukan di keringat.

Menurut Dr Ika Fi’ila Sari, Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta, mengatakan bahwa HIV tidak dapat menembus kulit yang utuh dan tidak menyebar melalui sentuhan dengan orang yang terinfeksi HIV, atau sesuatu yang dipakai oleh orang terinfeksi HIV. Jadi penggunaan bersama perabot makan atau minum, atau penggunaan toilet atau air mandi bergantian tidak akan menularkan HIV ini. Penggunaan toilet bersama penderita HIV juga tidak akan mengakibatkan penularan.

Penularan lewat interaksi hanya mungkin bisa terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah, dan atau penggunaan jarum suntik bersama.

Hal inilah yang masih belum banyak dipahami oleh masyarakat luas.

Padahal, andai banyak masyarakat yang teredukasi tentang salah satu pengetahuan dasar HIV ini, maka jumlah pengidap HIV yang depresi akan semakin berkurang, hal yang tak hanya akan meningkatkan semangat hidup di pengidap, namun juga bisa menjadi upaya bersama oleh masyarakat untuk menekan angka persebaran HIV.

Nah, so, mulai sekarang, mari kita berheti berstigma buruk pada pengidap HIV. Jangan jauhi mereka, berteman dan berinteraksilah dengan mereka. Jauhi virus dan penyebabnya, jangan jauhi pengidapnya.

SHARE
Blogger dan penulis lepas, redaktur Mojok.co

LEAVE A REPLY