SHARE
kawan

Bagi sebagian orang, menjadi kawan seorang pengidap HIV adalah sesuatu yang sukar dipercaya. Hal ini kemudian membuat banyak orang yang mempunyai kawan pengidap HIV sulit untuk bersikap. Maklum, selama ini, HIV memang menjadi antipati di kalangan masyarakat luas.

Hal ini tentu sangat perlu untuk diperhatikan. Sebab, pada perkembangannya, tindakan orang-orang di sekitar pengidap HIV dalam menyikapi pergaulan perkawanan terhadap si pengidap HIV punya pengaruh yang besar bagi keadaan si pengidap HIV itu sendiri.

Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang patut untuk diperhatikan bagi kalian yang kebetulan mempunyai kawan seorang pengidap HIV:

Jadilah pendengar yang baik

Diagnosis HIV adalah fase perubahan hidup yang sangat besar. Ia memberikan gejolak yang hebat bagi pengidapnya. Menutup diri, menurunnya semangat hidup, bahkan pada titik tertentu, bisa mengarah pada percobaan bunuh diri. Nah, di sinilah peran penting orang-orang di sekitar pengidap untuk terus mendampingi dan memberikan semangat kepada si pengidap.

Menjadi pendengar yang baik adalah salah satu langkah terbaik yang bisa dilakukan sebagai salah satu proses pendampingan pengidap HIV.

Pengidap HIV cenderung menutup diri dan sulit membuka komunikasi. Itulah sebabnya, penting untuk meyakinkan si pengidap bahwa anda adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa menjadi teman berbicara yang nyaman.

Komunikasi yang baik dan terbuka akan membuat si pengidap merasa berharga dan akan mampu meningkatkan semangat hidupnya. Karena bagaimanapun, mereka selalu ingin bisa bercengkerama dengan biasa seperti saat mereka belum terdiagnosis HIV.

Meyakinkan Kesembuhan

Jangan biarkan kawan anda yang mengidap HIV menyalahkan dirinya sendiri atas penyakit yang dideritanya. Cobalah untuk terus selalu meyakinkan dia bahwa penyakitnya bisa sembuh.

Bertemanlah seperti biasa

Seorang pengidap HIV kerap merasa bahwa ia adalah sosok yang selalu dijauhi. Hal inilah yang seringkali membuat pengidap HIV merasa depresi dan justru semakin sulit untuk sembuh.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membantunya tentu saja adalah dengan tidak menjauhinya. Bertemanlah seperti biasa. Bersikaplah seperti tak pernah terjadi apa-apa dengan dirinya. Berikan dia kepercayaan bahwa ia tak perlu merasa ditakuti atau dijauhi.

Pada titik tertentu, cobalah sesekali memeluknya (HIV tidak menular melalui sentuhan) untuk membuktikan bahwa anda tak pernah merasa takut untuk dekat dengannya sekaligus untuk membuktikan kepadanya bahwa anda peduli.

Berikan Semangat dengan Cerita

Seorang pengidap HIV hampir selalu merasa semangat hidupnya terbatas. Ini karena adanya rasa takut akibat penyakit yang ada di dalam tubuhnya.

Sebagai teman, anda tentu bisa membantu menaikkan semangat hidupnya, salah satunya dengan bercerita tentang kisah-kisah mengenai sosok yang tetap bisa hidup sehat dan berprestasi walaupun terkena HIV. Anda bisa dengan mudah menemukan kisah-kisah sosok tersebut di internet.

SHARE
Blogger dan penulis lepas, redaktur Mojok.co

LEAVE A REPLY