SHARE

Rasa-rasanya, hampir semua bentuk antipati terhadap sesuatu selalu dimulai dari ketidaktahuan dan pemahaman atas sesuatu itu sendiri. Ketidaktahuan yang perlahan tapi pasti mampu menumbuhkan stigma buruk terhadap sesuatu.

Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh mereka para pengidap HIV/AIDS. Mereka banyak mendapatkan antipati dari lingkungan mereka sendiri karena dianggap sebagai orang-orang yang menjijikkan dan berbahaya. Mereka dijauhi dan dikucilkan oleh orang-orang di lingkungan mereka.

Hal ini terjadi salah satunya adalah karena ketidaktahuan masyarakat akan apa itu HIV/AIDS, apa saja faktor penyebabnya, sampai bagaimana cara penularannya.

Banyak ODHA dijauhi karena dianggap sebagai orang dengan pergaulan yang bebas yang penuh dengan seks berisiko, padahal nyatanya, itu tak selalu benar. Penyebab HIV/AIDS tak melulu karena seks berisiko, namun juga karena penggunaan jarum suntik kolektif, transfusi darah, bahkan bisa juga disebabkan oleh hubungan seks yang sah (misal seorang istri tertular HIV/AIDS karena berhubungan dengan suami yang sudah lebih dahulu mengidap HIV/AIDS).

Selain ketidaktahuan akan penyebab, ketidaktahuan akan cara penularan HIV/AIDS juga kerap menjadi sebab utama para ODHA dijauhi. Banyak orang-orang yang merasa takut dekat dengan ODHA karena tidak ingin bersentuhan dengan ODHA, mereka takut tertular. Padahal, bersentuhan langsung dengan ODHA seperti bersalaman, berpelukan, bahkan berciuman sama sekali tidak berisiko untuk penularan HIV/AIDS. Hanya saja, ketidaktahuan masyarakatlah yang kemudian membuat seakan-akan penderita HIV-AIDS harus dijauhi secara total.

Ini tentu saja antipati yang buruk. Bagaimanapun, ODHA tetaplah sama seperti masyarakat yang lain, yang berhak berkumpul bersama orang-orang di sekitarnya dan berhak berkarya bagi lingkungannya. Menjauhi dan mengucilkan ODHA tak ubahnya seperti mencabut hak mereka sebagai bagian dari masyarakat.

Di sinilah semakin terlihat, betapa pentingnya penanaman pengetahuan kepada masyarakat seputar HIV/AIDS, serta pentingnya memberikan memberikan dukungan positif untuk menumbuhkan optimisme para ODHA agar mereka merasa sebagai bagian dari masyarakat yang senantiasa berhak untuk berbaur dan berkarya.

Sebab, menjauhi HIV/AIDS tidaklah sama dengan menjauhi pengidapnya.

 

SHARE
Blogger dan penulis lepas, redaktur Mojok.co

LEAVE A REPLY